Monthly Archives: May 2015

Memilih Busana Yang Tepat Untuk Ibu Menyusui

Menyusui adalah salah satu aktivitas yang harus dilakukan oleh setiap wanita setelah melahirkan. Proses menyusui merupakan salah satu cara untuk memberikan asupan makanan bagi bayi yang baru lahir. Hal ini karena bayi yang baru lahir tidak memungkinkan untuk mengkonsumsi makanan selain ASI. Menyusui mungkin terlihat sebagai aktivitas yang mudah, namun membutuhkan ketenangan dan kenyamanan selama proses tersebut.

Busana Untuk Ibu Menyusui

Sebagian wanita biasanya merasa kesulitan dalam memilih baju yang akan di pakai pada waktu menyusui. Beberapa baju yang biasa dipakai sebelum menyusui tentunya tidak akan nyaman lagi karena adanya perubahan pada payudara. Baju yang dipakai pada waktu menyusui harus memberi kenyamanan dan kemudahan ketika harus menyusui bayi di tempat terbuka atau tempat umum. Oleh karena itu diperlukan baju yang bisa menutupi payudara ketika menyusui.

Beberapa Hal Yang Harus Dipertimbangkan Pada Waktu Memilih Busana Untuk Ibu Menyusui

Sebelum membeli baju yang akan dipakai ketika menyusui, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sehingga baju yang dipakai akan memberi kenyamanan. Berikut hal-hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum membeli perlengkapan tersebut.

  • Pilihlah kain yang berpola sehingga ketika air susu merembes tidak akan nampak jelas. Jangan memilih warna kain yang mengkilap dan tidak bisa menutupi rembesan air susu.
  • Kemeja atau blus yang bisa dibuka atau diangkat dari bagian pinggang adalah salah satu baju yang bisa Anda pilih. Jangan khawatir badan Anda akan kelihatan karena pada waktu menyusu, bayi akan menutupi bagian depan tubuh Anda yang terbuka.
  • Blus yang didesain untuk wanita menyusui memiliki belahan atau celah yang tersembunyi oleh lipatan pada bagian atas sehingga menutupi payudara.
  • Pilihlah blus yang mempunyai kancing pada bagian depan sehingga memudahkan Anda untuk menyusui.
  • Pada waktu cuaca dingin sebaiknya hindari menggunakan pakaian yang sedikit terbuka pada bagian depan karena bisa membuat Anda tidak nyaman.
  • Demi kenyamanan Anda, pilihlan pakaian yang berbahan dasar katun sehingga bisa menyerap keringat dan tidak menimbulkan rasa panas.
  • Sebaiknya memilih baju untuk menyusui dengan motif yang sederhana dan tidak terlalu berlebihan.
  • Supaya lebih leluasa untuk beraktivitas sebaiknya mengkombinasikan pakaian khusus menyusui dengan mini dres. Pakaian ini akan membuat Anda nyaman dan tampil modis selama menyusui.
  • Kemeja dengan kancing pada bagian depan bisa menjadi alternatif bagi Anda pada waktu menyusui untuk tampil modis dan memudahkan dalam proses menyusui.

Pada dasarnya memilih baju ketika menyusui harus mengutamakan kenyamanan dan bisa tampil modis ketika berada di luar rumah. Baju yang nyaman akan membuat proses menyusui terasa lebih menyenangkan dan produksi ASI tetap lancar sehingga asupan nutrisi untuk si kecil tetap terjaga.

Seputar Milk Blister dan Cara Mengatasinya

Pemberian ASI secara ekslusif sangat disarankan selama 6 bulan untuk menunjang perkembangan fisik dan psikis bayi. Namun dalam proses menyusui terkadang Anda akan dihadapkan dengan berbagai macam kendala. Salah satunya yaitu milk blister atau biasa disebut dengan jerawat pada ibu menyusui. Milk blister merupakan bintil putih yang menyerupai jerawat sehingga mengganggu kenyamanan pada waktu menyusui. Jerawat ini muncul ketika kondisi puting lecet sehingga memicu tumbuhnya kulit baru secara alami.

Milk Blister

Kondisi ini akan membuat ibu menyusui kesakitan karena saluran ASI tersumbat dan air susu tidak bisa keluar. Faktor penyebab milk blister yaitu penyumbatan ASI sehingga mengakibatkan tekanan di area tertentu. Milk blister juga diakibatkan oleh cara bayi dalam menghisap putting tidak sempurna. Selain itu penyebab lain yaitu adanya masalah lidah pada bayi sehingga proses menghisap tidak sempurna.

Milk blister bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan payudara. Anda disarankan untuk membersihkan bagian putting payudara menggunakan handuk yang dibasahi oleh air hangat setelah menyusui. Selain itu, ajarkan pada bayi supaya melekatkan bibir dan menghisap putting payudara dengan benar. Cara-cara tersebut akan meminimalisir terjadinya penyumbatan pada saluran ASI yang memicu milk blister.

Mengatasi Milk Blister Dengan Cara Sederhana

Terjadinya penyumbatan saluran ASI yang memicu bintil putih pada putting payudara tentunya mengganggu kenyamanan ibu dan bayi pada waktu proses menyusui. Bahkan dalam kasus yang lebih parah, milk blister bisa menghentikan proses menyusui sehingga asupan nutrisi untuk bayi terhenti dan beresiko mengganggu tumbuh kembangnya. Oleh karena itu permasalahan ini harus segera diatasi dengan cara yang benar.

  • Membersihkan sisa ASI yang menempel

Salah satu cara untuk mengatasi milk blister yaitu dengan membersihkan sisa air susu yang menempel menggunakan kain atau handuk. Namun untuk mendapatkan penanganan yang benar sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Biasanya dokter akan menggunakan jarum yang steril dalam membersihkan sisa air susu yang menempel kemudian membersihkannya dengan air hangat. Cara ini bertujuan untuk membuka saluran ASI yang tertutup.

  • Dikompres menggunakan air hangat

Cara lain untuk mengatasi milk blister yaitu dengan menggunakan air hangat. Anda bisa melakukan hal ini setelah menyusui bayi. Gunakan handuk kecil yang dibasahi air hangat kemudian kompres payudara menggunakan handuk tersebut. Air hangat bermanfaat untuk melancarkan dan membuka saluran ASI yang tersumbat.

  • Lanjutkan pemberian ASI

Ketika Anda mengalami milk blister sebaiknya pemberian ASI tetap dilanjutkan supaya asupan nutrisi untuk si kecil tidak terganggu. Gunakan pompa ASI untuk mengeluarkan air susu. Kemudian kompres payudara menggunakan air hangat setelah ASI dikeluarkan untuk membuka saluran yang terhambat dan mencegah terjadinya sumbatan yang lebih parah.

Jika kondisi tersebut tidak kunjung membaik setelah dilakukan penanganan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Permasalahan seperti ini harus segera diatasi sebelum menjadi lebih parah dan mengganggu proses menyusui bayi.

Kiat Memberikan ASI Untuk Bayi Yang Lahir Secara Prematur

Bayi yang lahir secara prematur sangat rentan terkena infeksi berbagai macam penyakit. Hal ini karena kondisi dari sistem kekebalan tubuhnya sangat lemah sehingga membutuhkan penanganan dan perawatan khusus. Tindakan yang tepat akan membantu kelangsungan hidup dari bayi yang terlahir secara prematur. Seperti halnya bayi yang terlahir secara normal, bayi prematur juga membutuhkan ASI sebagai sumber makanan utama sesaat setelah dilahirkan. Namun, memberikan ASI untuk bayi prematur membutuhkan cara khusus karena tidak semudah memberikan ASI seperti halnya pada bayi yang normal.

Memberikan ASI Untuk Bayi Prematur

Bayi prematur biasanya mengalami berbagai macam gangguan kesehatan sehingga harus mendapatkan perawatan yang intensif. Kondisi seperti ini tentunya sangat menyulitkan untuk memberikan ASI secara langsung. Dalam hal ini dibutuhkan teknik khusus dan bantuan medis untuk memberikan ASI bagi bayi prematur. Pemberian ASI sesaat setelah bayi lahir adalah hal yang sangat penting dan tidak boleh di lewatkan karena kandungan ASI yang pertama kali keluar memiliki banyak nutrisi yang sangat berguna dalam menunjang perkembangan bayi.

Dibawah Ini Kiat Memberikan ASI Untuk Bayi Yang Lahir Secara Prematur

Masalah utama yang sering ditemukan pada bayi prematur yaitu adanya ketidakstabilan dari sistem tubuh sehingga rentan sekali mengalami kekurangan gizi. Oleh karena itu, pemberian ASI adalah salah satu cara untuk memberikan asupan nutrisi bagi bayi prematur sehingga menjaga kelangsungan hidupnya. Simak kiat mudah berikut ini dalam memberikan ASI pada bayi prematur untuk pertama kali setelah lahir.

  1. Meminta bantuan tim medis

Memberikan ASI secara langsung untuk bayi prematur bukan perkara yang mudah. Dalam hal ini dibutuhkan bantuan tim medis supaya bayi memperoleh ASI dalam jumlah yang cukup. Biasanya dokter akan menggunakan sebuah alat (selang bantu) yang disebut dengan nasogatric tube. Alat ini dipasang dari mulut bayi dan langsung tersambung ke dalam lambung. Alat ini juga berguna untuk memantau volume ASI yang mampu di cerna oleh bayi dan melihat kematangan dari sistem pencernaan bayi. Dengan menggunakan batuan medis maka asupan nutrisi untuk bayi prematur melalui ASI akan tercukupi sehingga menunjang kelangsungan hidupnya.

  1. Menggunakan botol

Bayi prematur yang lahir pada minggu ke 35 sudah memiliki refleks dalam menghisap. Pemberian ASI bisa dilakukan melalui botol. Air susu terlebih dahulu dikeluarkan dengan cara yang benar dan menggunakan wadah penampung yang steril sehingga kualitasnya tetap terjaga sampai diberikan pada bayi.

  1. Menyesuaikan volume ASI

Salah satu hal yang harus Anda ketahui dalam pemberian ASI untuk bayi prematur yaitu harus menyesuaikan volume ASI yang diberikan dengan kondisi pencernaan bayi. Anda tidak bisa seenaknya memberikan ASI seperti halnya pada bayi yang lahir normal. Kondisi pencernaan bayi prematur belum sepenuhnya sempurna seperti bayi normal pada umumnya.

  1. Kenali perkembangan bayi prematur

Perkembangan kesehatan bayi prematur harus senantiasa di pantau sehingga ketika keadaannya sudah normal, Anda bisa mulai mengajarinya untuk mengisap ASI secara langsung. Dalam hal ini mungkin membutuhkan waktu sampai bayi benar-benar memiliki kemampuan tersebut.

Demikian kiat untuk memberikan ASI pada waktu pertama kali bagi bayi yang terlahir secara prematur. ASI adalah nutrisi terbaik untuk menunjang perkembangan bayi yang lahir secara prematur. Pemberian ASI sangat berguna untuk perkembangan fisiologis dan emosional bayi. Dalam hal pemberian ASI bisa disesuaikan dengan kemampuan bayi untuk menghisap dan menelan.

Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Berhubungan Intim Dalam Keadaan Hamil

Berhubungan intim merupakan kebutuhan biologis bagi setiap pasangan suami istri. Namun seringkali muncul pertanyaan tentang boleh atau tidaknya berhubungan intim pada waktu istri sedang hamil. Kebanyakan orang merasa khawatir dan was-was untuk melakukan hubungan intim pada waktu hamil. Perasaan takut tersebut biasanya muncul akibat dari kurangnya pengetahuan tentang hal tersebut. Kehamilan tidak boleh dijadikan alasan yang menyebabkan berkurangnya keintiman Anda dan pasangan.

Berhubungan Saat Hamil

Wanita hamil biasanya akan mengalami peningkatan hasrat seksual ketika memasuki usia kehamilan trimester kedua. Pada kehamilan trimester kedua adalah periode yang paling menyenangkan bagi ibu hamil karena pada tahapan ini semua keluhan yang dirasakan selama periode awal kehamilan akan perlahan berkurang.

Biasanya berhubungan intim menjadi hal pertama yang dipikirkan oleh wanita hamil pada trimester ini. Hal ini karena meningkatkanya aliran darah ke vagina sehingga terjadi peningkatan cairan pelumas vagina yang merangsang hasrat seksual. Nah, itulah penyebab hasrat berhubungan intim pada wanita hamil trimester kedua meningkat sehingga orgasme pun bisa terjadi lebih hebat dari biasanya.

Berhubungan intim pada waktu hamil boleh dilakukan oleh setiap pasangan suami istri dengan catatan tidak membahayakan janin yang ada di dalam kandungan. Aspek kesehatan menjadi perkara yang sangat penting dalam hal ini. Berhubungan intim pada waktu hamil boleh dilakukan ketika Anda dan pasangan dalam keadaan sehat sehat sehingga tidak akan menimbulkan kelelahan yang bisa membahayakan kondisi janin.

Adapun waktu yang direkomendasikan untuk berhubungan intim saat hamil yaitu pagi hari karena kondisi tubuh pada pagi hari masih fresh. Selain itu, pada usia kehamilan tiga bulan pertama sebaiknya frekuensi berhubungan intim di lakukan secara teratur dan jangan terlalu sering. Hal ini untuk mencegah terjadinya keguguran akibat adanya kontraksi yang mendadak.

Adapun untuk posisi berhubungan intim yang aman pada waktu hamil yaitu wanita berada diatas (woman on top). Posisi ini akan memberi kenyamanan bagi ibu hamil dan aman bagi janin di dalam kandungan. Posisi woman on top akan meminimalisir terjadinya tekanan pada bagian perut dan memberi keleluasan pada wanita untuk mengontrol kecepatan penetrasi dan kedalaman sesuai dengan yang diinginkan.

Seiring dengan usia kehamilan yang semakin bertambah dan kondisi perut sudah semakin membesar, maka posisi yang aman untuk berhubungan intim yaitu saling berhadapan atau posisi istri membelakangi suami. Posisi ini sangat aman bagi janin dan memberi kenyamanan bagi Anda dan pasangan. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan posisi berbaring miring saat kondisi perut belum terlalu membesar. Namun ketika kondisi perut sudah semakin membesar, gunakanlah posisi berbaring miring denagn posisi istri berada di depan.

Posisi berlutut atau membelakangi suami juga bisa menjadi pilihan Anda ketika berhubungan intim. Supaya aman dan nyaman sebaiknya gunakan bantal yang cukup tinggi untuk mengganjal perut sehingga janin di dalam kandungan tetap aman. Agar tidak membahayakan janin pada waktu berhubungan intim sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Pertimbangkan Beberapa Aspek Berikut Ini Sebelum Membeli Kereta Dorong Untuk Bayi

Sebagian orangtua terkadang membutuhkan kereta dorong untuk memudahkan ketika mengajak bayi untuk jalan-jalan keluar rumah. Namun perlu Anda ketahui bahwa kereta dorong idealnya digunakan setelah bayi berusia 6 bulan. Dibawah usia tersebut, bayi masih terlalu kecil untuk diletakkan di atas kereta dorong. Pelukan hangat dari Anda akan membuat bayi lebih aman dan nyaman serta menciptakan sebuah hubungan emosional atau ikatan batin.

Kereta Dorong Untuk Bayi

Seiring dengan bertambahnya usia dan bobot bayi maka fungsi dari kereta dorong mulai dibutuhkan. Setelah berusia 6 bulan, kain gendongan tidak sepenuhnya dibutuhkan lagi untuk mengajak bayi jalan-jalan. Namun sebelum Anda membeli kereta dorong untuk si kecil, ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan sehingga si kecil merasa aman dan nyaman ketika berada diatas alat tersebut. Dalam hal ini Anda sebagai orangtua harus mengerti kebutuhan si kecil dan lebih cermat dalam memilih setiap peralatan yang dibutuhkan.

Sebelum Anda Membeli Kereta Dorong Untuk Bayi, Perhatikan Beberapa Aspek Berikut Ini

Salah satu hal yang penting dalam memilih kereta dorong untuk si kecil yaitu aspek kenyamanan saat digunakan oleh si kecil. Disarankan untuk memilih kereta dorong yang memiliki bantalan empuk dan rangka besi yang kuat. Berikut beberapa pertimbangan lain yang perlu Anda perhatikan dalam memilih kereta dorong.

  • Disarankan untuk memilih kereta dorong yang memiliki dorongan atau tongkat pegangan yang bisa dinaik turunkan sehingga memberi kemudahan bagi Anda untuk menyesuaikan pada waktu menggunakan alat tersebut.
  • Apabila Anda merencanakan penggunaan kereta dorong untuk jarak jauh sebaiknya memilih alat tersebut yang dilengkapi dengan roda yang berukuran lebih besar. Namun apabila penggunaannya hanya sebatas di rumah sebaiknya menggunakan roda yang kecil saja. Hal ini untuk menunjang kenyamanan si kecil.
  • Pilihlah kereta dorong yang praktis dan mudah dilipat sehingga memudahkan Anda untuk membawa alat tersebut saat bepergian jauh menggunakan mobil.
  • Sesuaikan kereta dorong yang Anda pilih dengan usia bayi untuk menunjang keamanan dan kenyamanan bayi.
  • Pilih kereta dorong yang mempunyai penutup atau tudung pada bagian atas sehingga bayi terlindung dari sinar matahari langsung.
  • Gunakan kereta dorong sesuai fungsi dan kebutuhan Anda. Selain itu, pilihlah kereta dorong yang ringan dan mudah digunakan.
  • Kereta dorong yang mempunyai keranjang untuk menyimpan perlengkapan bayi lebih efektif untuk Anda gunakan.
  • Pastikan kualitas dari sabuk pengaman dan kuncinya berfungsi dengan baik sehingga menunjang keamanan bayi Anda.
  • Periksa semua aspek dan bagian kereta dorong tersebut dari bagian terkecil dengan teliti. Pastikan bahwa kereta dorong aman untuk bayi dan tidak memiliki bagian runcing yang bisa melukai Anda dan bayi saat digunakan.
  • Periksa juga bagian rem dari kereta dorong berfungsi dengan baik. Pilihlah kereta dorong yang memiliki rem tangan sehingga menunjang keselamatan si kecil dan memudahkan Anda ketika menghentikan alat tersebut. Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa kereta tersebut memiliki kunci roda sehingga aman saat berhenti.

Itulah beberapa aspek yang perlu Anda perhatikan dalam membeli kereta dorong untuk si kecil. Keamanan dan kenyamanan adalah dua hal yang sangat penting sehingga ketika Anda mengajak si kecil untuk berjalan-jalan menggunakan kereta dorong akan terasa sangat menyenangkan.