Category Archives: Bayi

Perkembangan Bayi 3 Bulan yang Harus Bunda Ketahui

Perkembangan bayi 3 bulan. Bayi merupakan hadian terindah yang diberikan Yang Maha Kuasa untuk Anda juga suami. Dan bulan-bulan awal ketika si kecil lahir merupakan bulan-bulan yang sangat indah juga berarti bagio Anda, suami juga keluarga. Nah, ketika memasuki bulan ketiga, si kecil mulai menunjukkan keaktifannya dan mulai belajar untuk mengenali wajah ibu juga wajah ayah.

bayi 3 bulan

Perkembangan bayi 3 bulan merupakan perkembangan yang cukup pesat, bahkan si kecil mulai mampu mengamati sejumlah benda yang ada di sekitarnya, bahkan ia mulai ingin untuk menyentuh barang-barang tersebut. Bukan hanya itu, bayi 3 bulan juga mulai menyadari setiap gerakannya, dan biasanya di usia ini gerakan-gerakan reflek si kecil seputar kebiasaan tangan yang menggenggam sudah mulai hilang. Bahkan si kecil sudah mulai bisa menggerekan tangannya guna menyentuh benda yang ada di sekitarnya serta perkembangan jari jemarinya juga kian berkembang dengan pesat. Bahkan di usia bayi 3 bulan ia sudah mulai bisa memanfang juga melambaykan tangan walaupun hanya sedikit dan tidak terarah.

Pada fase perkembangan bayi usia 3 bulan, penting untuk Anda mengawasi setiap gerak gerik si kecil dengan sangat ketat, karena di usia ini si kecil mulai bisa memasukkan benda-benda yang bisa ia rahim kedalam rongga mulutnya. Dan di usia 3 bulan, bayi mulai senang mendengarkan suara-suara asing terutama suaranya sendiri.

Di usia bayi 3 bulan, Anda mulai bisa memberikan mainan kepada si kecil, dengan catatan mainan yang diberikan dipilih dengan bauk, dan pilihlah mainan yang terbuat dari karet yang memiliki ujung yang tumpul guna keamanan untuk si kecil. Anda juga harus memilih jenis mainan yang aman tanpa adanya bahan pewarna seperti cat, selain itu pilih juga jenis mainan yang memiliki suara guna melatih telingan si kecil. Guna merangsang si kecil agar menjadi anak yang aktif, maka Anda bisa menyimpan mainan tersebut di atas box tempat tidurnya dengan cara di gantung.

Di perkembangan bayi 3 bulan, Anda bisa memperkenalkannya dengan dunia luar dengan cara membawanya jalan-jalan di sekitar rumah Anda. Bukan hanya itu, alangkah lebih baik lagi jika si kecil mulai diperdengarkan dengan sejumlah lagu yang lembut yang memang bisa merangsang perkembangan otak si kecil. Bahkan di usianya yang masih 3 bulan, si kecil mulai belajar untuk menggumam, dan itu menjadi gumaman pertamanya.

Anda jangan pernah heran ketika si kecil yang masih berusia 3 bulan sudah mulai bisa menyebut mama atau bahkan papa walaupun masih belum terdengar jelas. Di usia ini, si kecil sudah mulai bisa diajak berkomunikasi, dan cara si kecil berkomunikasi di usia ini yaitu dengan cara menggerak-gerakkan tangannya.

Pertolongan Pertama Untuk Mengatasi Bronkitis Pada Bayi

Bronkitis sangat rentan menyerang anak-anak dibawah usia 2 tahun. Pada kebanyakan kasus biasanya bronkitis menyerang bayi usia 6 bulan, bahkan bisa terjadi pada bayi usia 3 bulan. Bronkitis merupakan peradangan atau infeksi pada saluran pernapasan yaitu pada bagian bronkus. Bronkitis pada bayi bisa disebabkan oleh faktor udara yang kotor sehingga memicu infeksi pada paru-paru.

bronkitis pada bayi

Penyebab utama bronkitis pada bayi yaitu Respiratory Syncytial Virus (RSV), influenza dan adenovirus. Penyebaran virus ini bisa terjadi melalui udara atau cairan hidung. Bayi sangat beresiko terkena infeksi virus tersebut jika berada di lingkungan yang kotor, berada di sekitar perokok, lahir secara prematur dan asupan nutrisi melalui ASI kurang. Selain itu, bayi yang berusia dibawah 6 bulan sangat rentan terkena infeksi virus yang bisa mengakibatkan bronkitis. Pencegahan bronkitis pada anak lbisa dilakukan sejak dini dengan menciptkan suasana lingkungan yang bersih.

Gejala  bronkitis pada bayi dan anak-anak biasanya ditandai dengan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) . Selain itu bayi mengalami batuk selama beberapa hari dan kondisinya semakin parah sehingga mengakibatkan bayi kesulitan bernafas. Jika kondisi bayi semakin parah sebaiknya Anda segera melakukan tindakan dengan menghubungi petugas medis.

Beberapa Cara Mengatasi Bronkitis Pada Bayi

Selain penangan medis, Anda juga bisa membantu meringankan gejala bronkitis yang diderita oleh bayi. Berikut cara mengatasi bronkitis pada anak yang bisa Anda lakukan di rumah:

  • Langkah pertama yang bisa Anda lakukan kyaitu dengan menjauhkan bayi dari debu, polusi udara dan cuaca dingin. Hal ini karena kondisi tersebut bisa memperparah iritasi pada saluran pernapasan bayi.
  • Jika bayi mengalami batuk berdahak dan kesulitan untuk bernafas, maka Anda bisa membatu meringankannya dengan memberikan uap air yang ditetesi minyak telon.
  • Apabila si kecil sudah mendapatkan MPASI maka Anda bisa memberikan asupan cairan untuk si kecil dalam meringankan bronkitis yang dideritanya dan mencegah dehidrasi.
  • Anda bisa membuat bayi merasa nyaman dengan mengusap atau menepuk secara lembut bagian dada.
  • Kelembapan dan kebersihan udara di ruangan tempat tinggal bayi harus senantiasa dijaga.

Bronkitis tidak akan menyebabkan kematian pada bayi. Pada umumnya penyakit ini akan berkurang dalam rentang waktu yang tidak begitu lama jika segera ditangani. Untuk menjaga kondisi kesehatan si kecil sebaiknya Anda memperhatikan asupan nutrisi untuk tubuhnya dan menjaga kesehatan semua anggota keluarga serta lingkungan rumah.

Pastikan kebersihan udara di dalam rumah benar-benar terjaga, jangan membiasakan merokok dan usahakan setiap ruangan memiliki ventilasi udara. Dengan begitu si kecil tidak akan terinfeksi oleh virus berbahaya seperti penyakit bronkitis. Selain itu, lakukan pemeriksaan kesehatan bayi secara rutin untuk memastikan tubuhnya dalam kondisi fit.

Jenis Buah Yang Baik Untuk Bayi 6 Bulan Sebagai Pelengkap MPASI

Ketika menginjak usia 6 bulan maka bayi sudah bisa diperkenalkan dengan makanan padat pendamping ASI. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan cara mengunyah makanan pada bayi dan melengkapi kebutuhan nutrisinya. Seiring dengan bertambahnya usia si kecil maka kebutuhan nutrisi semakin meningkat dan tidak bisa dipenuhi hanya dari ASI saja. Oleh karena itu pemberian makanan pendamping ASI adalah salah satu solusi untuk melengkapi kebutuhan nutrisi si kecil. Salah satu makanan padat yang bisa Anda perkenalkan yaitu buah untuk bayi.

buah untuk bayi

Seperti yang kita ketahui bahwa buah adalah sumber vitamin yang sangat lengkap sehingga sangat cocok untuk diperkenalkan pada bayi. Namun dalam memilih buah untuk si kecil harus teliti dan hati-hati sehingga tidak akan membahayakan kesehatan. Pilihlah buah untuk bayi 6 bulan yang memiliki tekstur lembut dan rasa yang tidak terlalu masam. Pemberian buah bisa Anda lakukan dengan cara dihaluskan kemudian dicampur dengan bubur. Namun untuk buah yang memiliki tekstur lembut seperti pisang bisa langsung Anda berikan tanpa harus dicampur dengan bubur.

Beberapa Jenis Buah Yang Baik Untuk Bayi 6 Bulan

  • Pepaya

Pepaya merupakan salah satu jenis buah yang baik untuk bayi 6 bulan. Buah pepaya memiliki kandungan serat dan tekstur yang lembut sehingga bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan si kecil. Dengan memperkenalkan buah yang satu ini maka bayi akan terhindar dari masalah pencernaan seperti sembelit. Pepaya lebih mudah untuk dicerna oleh bayi yang baru mengenal makanan padat. Selain itu buah pepaya juga memilki kandungan vitamin yang sangat lengkap untuk menunjang perkembangan si kecil.

  • Pisang

Jenis buah yang baik untuk bayi 6 bulan selanjutnya yaitu pisang. Kandungan nutrisi pada buah pisang sangat banyak seperti asam folat, vitamin A, kalium dan posfor yang berguna untuk menunjang tumbuh kembang si kecil. Pisang bisa Anda berikan secara langsung tanpa diolah karena teksturnya lembut sehingga lebih mudah untuk dicerna. Selain itu, Anda juga bisa menyajikannya dengan cara mencampurkan ke dalam bubur sebagai tambahan. Pisang sebaiknya diberikan dengan porsi yang cukup dan jangan berlebihan karena bisa menyebabkan sembelit.

  • Apel

Apel adalah salah satu buah yang sangat baik untuk bayi. Apel mengandung serat, antioksidan, vitamin, magnesium, kalium dan posfor. Kandungan nutrisi tersebut tentunya sangat baik untuk menunjang perkembangan bayi. Apel bisa Anda sajikan untuk bayi dengan cara dihaluskan dan dibuat bubur sehingga lebih mudah untuk di telan.

  • Alpukat

Tekstur daging buah yang sangat lembut menjadikan alpukat cocok untk diberikan pada bayi. Selain itu, alpukat juga sangat kaya akan kandungan nutrisi seperti asam lemak omega-3, vitamin, zat besi, posfor, magnesium, serat dan nutrisi penting lainnya yang berguna untuk menunjang perkembangan dan kecerdasan otak. Alpukat bisa langsung diberikan pada bayi dengan cara dikeruk dan dihaluskan menggunakan blender.

  • Pir

Pir mengandung vitamin, kalsium dan kalium serta tidak mengandung lemak jahat. Buah ini sangat cocok untuk bayi karena bisa mencegah sembelit dan gangguan pencernaan lainnya. Untuk memudahkan bayi dalam menelan makanan ini sebaiknya Anda menghaluskan terlebih dahulu dengan cara di blender. Penyajiannya bisa dalam bentuk bubur ataupun jus.

Demikian beberapa jenis buah yang baik untuk bayi 6 bulan. Pada usia 6 bulan bayi belum memiliki kemampuan untuk mengunyah sehingga penyajian buah harus dengan tekstur yang lembut dalam bentuk bubur atau jus buah.

Tidur Siang Memiliki Manfaat Untuk Menunjang Perkembangan Bayi

Tidur merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh setiap orang sebagai salah satu cara untuk beristirahat dari padatnya aktivitas. Pola tidur yang baik sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tidak hanya bagi orang dewasa, pola tidur yang teratur juga sangat bermanfaat dalam menunjang perkembangan bayi. Tidur sehat buat bayi hendaknya dijadwalkan secara teratur, baik itu pada malam hari ataupun pada siang hari. Perlu Anda ketahui bahwa bayi yang masih kecil membutuhkan banyak waktu untuk beristirahat untuk mengoptimalkan pertumbuhannya.

tidur siang bayi

Menerapakan kebiasaan tidur siang secara teratur pada bayi adalah cara terbaik dalam mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Para ahli kesehatan berpendapat bahwa menerapkan kebiasaan tidur siang pada bayi secara teratur akan berdampak positif terhadap kemampuan bayi. Hal ini karena aktivitas tidur siang yang teratur akan menstimulasi hormon pertumbuhan bekerja dengan baik. Disamping itu tidur siang juga sangat bermanfaat untuk membuat bayi tenang sehingga fungsi otak bayi akan bekerja dengan maksimal.

Berikut Manfaat Tidur Siang Untuk Bayi

  1. Menstimulus perkembangan bayi

Salah satu manfaat tidur siang bagi bayi yang pertama yaitu untuk menstimulus pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sebuah riset mengatakan bahwa tidur siang secara teratur akan membantu mengoptimalkan perkebangan bayi menjadi lebih baik. Kondisi ini terjadi karena hormone pertumbuhan pada bayi akan mengalir lebih baik dan lebih aktif di dalam darah ketika si kecil sedang tidur siang.

  1. Meningkatkan kemampuan bayi dalam memproses informasi

Bagi bayi yang sudah berusia diatas satu tahun, tidur siang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan otak dalam memproses sebuah informasi. Anak-anak yang mendapatkan tidur siang secara teratur cenderung lebih ceria, tidak mudah lelah dan lebih mudah untuk memahami dan memproses sebuah informasi.

  1. Terhindar dari stres

Bayi yang mendapatkan tidur siang dengan intensitas waktu yang cukup maka akan terlihat lebih bahagia dan terhindar dari stres. Si kecil akan terlihat lebih nyaman  jarang rewel. Kondisi seperti ini tentunya akan berdampak positif terhadap tumbuh kembang bayi.

Bagi bayi, tidur adalah prioritas utama sebagai sarana untuk mengoptimalkan pertumbuhannya. Bayi membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak bila dibandingkan dengan orang dewasa. Apabila bayi kekurangan waktu untuk istirahat atau tidur maka perkembangannya akan berlangsung lambat dan berjalan tidak optimal. Perlu Anda ketahui bahwa perkembangan dan pertumbuhan bayi sangat bergantung pada pola tidur setiap harinya.

Tidur sangat berdampak terhadap kesehatan mental, fisik dan sistem kekebalan tubuh bayi. Pola tidur bayi biasanya akan terlihat ketika menginjak usia 4 bulan. Pada usia tersebut Anda bisa mengoptimalkan waktu istirahat untuk si kecil dengan membuat jadwal yang teratur. bayi yang baru lahir membutuhkan waktu kurang lebih 16 jam untuk tidur. Sedangkan bayi yang sudah mendekati umur satu tahun membutuhkan waktu tidur selama 14 jam. Seiring bertambahnya usia, maka waktu tidur yang dibutuhkan sangat sedikit. Seperti halnya bayi yang berusia diatas 2 tahun hanya membutuhkan waktu tidur selama 10 jam.

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan serta perkembangan fisik dan psikis, sebaiknya Anda menjadwalkan tidur siang bayi secara teratur setiap harinya. Tumbuh kembang si kecil tidak hanya dipengaruhi oleh asupan nutrisi saja, namun membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Solusi Untuk Menangani Bayi Yang Sering Cegukan

Cegukan merupakan suatu kondisi yang tidak menyenangkan dan mengganggu kenyamanan. Setiap orang tentunya pernah mengalami cegukan, tak terkecuali bayi. Saat si kecil cegukan terus menerus pastinya orangtua akan merasa khawatir dan panik. Meskipun tidak berbahaya, namun cegukan tidak boleh dibiarkan karena mengganggu kenyamanan si kecil dan bisa menyebabkan muntah.

Bayi Yang Sering Cegukan

Cegukan bisa hilang dengan sendirinya dan tidak akan membahayakan kondisi kesehatan si kecil. Cegukan pada bayi disebabkan oleh fungsi syaraf yang mengatur diafragma belum matang. Diafragma merupakan bagian penting di dalam tubuh untuk proses respirasi serta proses metabolisme di dalam tubuh. Gangguan yang terjadi pada diafragma akan menyebabkan iritasi sehingga memicu bayi cegukan. Biasanya cegukan dialami oleh bayi ketika makan ataupun pada waktu menghisap air susu. Kondisi ini tentunya akan membuat nafsu makan si kecil hilang dan menjadi rewel. Oleh karena itu, Anda harus segera memberikan penanganan yang benar supaya keadaan tersebut tidak terjadi secara terus menerus.

Beberapa Solusi Untuk Mengatasi Bayi Yang Sering Cegukan

  • Ubah posisi bayi

Apabila bayi Anda cegukan pada waktu diberi makan atau sedang menyusu, maka sebaiknya ubah posisi bayi sehingga tidak banyak udara yang masuk ke dalam perut mungilnya. Pada waktu menghisap air susu biasanya banyak udara yang masuk ke dalam perut bayi sehingga memicu cegukan. Jika cegukan berlangsung secara terus menerus maka hentikan pemberian ASI untuk sementara sampai kondisi si kecil benar-benar membaik. Hal ini untuk mencegah bayi tersedak.

  • Usahakan untuk membuat bayi tenang

Bayi yang lapar biasanya menghisap air susu dengan penuh semangat sehingga hal ini memungkinkan banyak udara yang masuk ke dalam diafragma dan memicu terjadinya cegukan. Langkah yang bisa Anda lakukan yaitu menenangkan bayi dengan cara mengusap-ngusap bagian punggungnya secara lembut sampai cegukannya hilang.

  • Biasakan supaya bayi bersendawa setelah disusui

Untuk mencegah cegukan pada bayi sebaiknya Anda membiasakan untuk membuat bayi bersendawa setelah diberi ASI. Sendawa akan mengurangi udara yang masuk ke dalam tubuh pada waktu menyusu. Jika bayi Anda cegukan pada waktu menghisap air susu maka dengan membuatnya bersendawa akan mengatasi cegukan tersebut. Untuk membuat si kecil bersendawa yaitu dengan cara menggendongnya sehingga posisi bayi berdiri dan tubuhnya sejajar dengan pundak Anda. Setelah itu tepuk-tepuk dengan lembut bagian punggung bayi sampai udara yang ada di dalam perutnya perlahan menghilang.

  • Membuat jadwal makan

Biasakan untuk membuat jadwal makan si kecil secara teratur untuk meminimalisir cegukan. Pemberian makan yang tidak teratur biasanya menyebabkan masalah pada sistem pencernaan bayi sehingga memicu cegukan. Terapkan kebiasaan memberikan makan pada bayi sebelum benar-benar lapar supaya ketika diberi makan bayi bisa mengontrol jumlah makanan yang masuk. Membuat jadwal makan untuk bayi bisa Anda lakukan setelah berusia 6 bulan dan sudah diperkenalkan dengan MPASI.

  • Pijatan lembut

Pijatan lembut pada punggung bayi akan membantu menenangkan sehingga perlahan-lahan menghilangkan cegukan tersebut. Dengan kata lain ketika bayi sudah merasa tenang maka cegukan pun akan hilang dengan sendirinya. Anda tidak perlu khawatir karena cegukan tidak akan membahayakan si kecil. Selain itu, apabila bayi Anda sudah mendapatkan MPASI maka bisa diberikan air hangat untuk meredakan cegukan tersebut.

Pada dasarnya untuk meredakan cegukan pada bayi adalah dengan membuatnya tenang. Selain itu, Anda juga tidak perlu panik karena cegukan tidak akan membahayakan si kecil apabila tidak sampai muntah.