Seputar Milk Blister dan Cara Mengatasinya

Pemberian ASI secara ekslusif sangat disarankan selama 6 bulan untuk menunjang perkembangan fisik dan psikis bayi. Namun dalam proses menyusui terkadang Anda akan dihadapkan dengan berbagai macam kendala. Salah satunya yaitu milk blister atau biasa disebut dengan jerawat pada ibu menyusui. Milk blister merupakan bintil putih yang menyerupai jerawat sehingga mengganggu kenyamanan pada waktu menyusui. Jerawat ini muncul ketika kondisi puting lecet sehingga memicu tumbuhnya kulit baru secara alami.

Milk Blister

Kondisi ini akan membuat ibu menyusui kesakitan karena saluran ASI tersumbat dan air susu tidak bisa keluar. Faktor penyebab milk blister yaitu penyumbatan ASI sehingga mengakibatkan tekanan di area tertentu. Milk blister juga diakibatkan oleh cara bayi dalam menghisap putting tidak sempurna. Selain itu penyebab lain yaitu adanya masalah lidah pada bayi sehingga proses menghisap tidak sempurna.

Milk blister bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan payudara. Anda disarankan untuk membersihkan bagian putting payudara menggunakan handuk yang dibasahi oleh air hangat setelah menyusui. Selain itu, ajarkan pada bayi supaya melekatkan bibir dan menghisap putting payudara dengan benar. Cara-cara tersebut akan meminimalisir terjadinya penyumbatan pada saluran ASI yang memicu milk blister.

Mengatasi Milk Blister Dengan Cara Sederhana

Terjadinya penyumbatan saluran ASI yang memicu bintil putih pada putting payudara tentunya mengganggu kenyamanan ibu dan bayi pada waktu proses menyusui. Bahkan dalam kasus yang lebih parah, milk blister bisa menghentikan proses menyusui sehingga asupan nutrisi untuk bayi terhenti dan beresiko mengganggu tumbuh kembangnya. Oleh karena itu permasalahan ini harus segera diatasi dengan cara yang benar.

  • Membersihkan sisa ASI yang menempel

Salah satu cara untuk mengatasi milk blister yaitu dengan membersihkan sisa air susu yang menempel menggunakan kain atau handuk. Namun untuk mendapatkan penanganan yang benar sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Biasanya dokter akan menggunakan jarum yang steril dalam membersihkan sisa air susu yang menempel kemudian membersihkannya dengan air hangat. Cara ini bertujuan untuk membuka saluran ASI yang tertutup.

  • Dikompres menggunakan air hangat

Cara lain untuk mengatasi milk blister yaitu dengan menggunakan air hangat. Anda bisa melakukan hal ini setelah menyusui bayi. Gunakan handuk kecil yang dibasahi air hangat kemudian kompres payudara menggunakan handuk tersebut. Air hangat bermanfaat untuk melancarkan dan membuka saluran ASI yang tersumbat.

  • Lanjutkan pemberian ASI

Ketika Anda mengalami milk blister sebaiknya pemberian ASI tetap dilanjutkan supaya asupan nutrisi untuk si kecil tidak terganggu. Gunakan pompa ASI untuk mengeluarkan air susu. Kemudian kompres payudara menggunakan air hangat setelah ASI dikeluarkan untuk membuka saluran yang terhambat dan mencegah terjadinya sumbatan yang lebih parah.

Jika kondisi tersebut tidak kunjung membaik setelah dilakukan penanganan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Permasalahan seperti ini harus segera diatasi sebelum menjadi lebih parah dan mengganggu proses menyusui bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>